NAMA-NAMA PEGULAT PUTRI

NAMA-NAMA PEGULAT PUTRI

NO.
NAMA PEGULAT
KELAS
ASAL
5
Evi
Nini
Rusniah
Yuni
Margasari
40 kg
44 kg
45 kg
45 kg
45 kg
Jatim
Jabar
Kaltim
Kaltim
Kaltim
10
Eka Nur
Estiani
Silvia
Ana Carolina
Megah Leni Shartika
Dewi
Tri Astuti
Rina
Elia Neneng Nurchasanah
Vebby Yandini
47 kg
48 kg
48 kg
48 kg
48 kg
48 kg
48 kg
48-51 kg
48-51 kg
48-51 kg
Jatim
Jabar
Kaltim
Kaltim
Jatim
Kaltim
Jabar
Jatim
Kaltim
Jabar
9
Hanisa
Era Nizab
Herlina
Ulfa
Melda
Waini Setyarini
Rahayu
Anita
Dewi Ulfah
45/51 kg
51 kg
51 kg
51 kg
51 kg
51 kg
51 kg
51/55 kg
51/55 kg
Jambi
Jambi
Kaltim
Sumut
Sumut
Jatim
Jabar
Kaltim
Kaltim
10
Sulis Yuliani (Sulistiawati?)
Diana Nasution
Daniah
Hesti
Febrinawati
Indri Sukmawati
Sapriani
55 kg
55 kg
55 kg
55 kg
55 kg
55 kg
55 kg
Jatim
Sumut
Sumut
Kaltim
Kaltim
Jambi
Kaltim
4
Novita Wulansari
Irawati
Rani
Sri Wati
Era Nilaputri
59 kg
59 kg
59 kg
59 kg
59 kg
Jatim
Kaltim
Jabar
Banten
Jambi
6
Maya
Arni
Puspita
Ika Adinda Salatoen
Teti Verawati
Rita
63 kg
63 kg
63 kg
63 kg
63 kg
63 kg
Kaltim
Jambi
Jabar
Jatim
Jabar
Jabar
2
Sera Yumalena
Piorense Nari
67 kg
67 kg
Papua
Papua

Catatan: Kelas dapat berubah

Ditulis dalam gulat. Tag: , , . Leave a Comment »

Gulat Profesional

Setiap cabang olahraga prestasi tanpa adanya kempetisi yang rutin tidak akan ada hasil yang di capai, jadi mungkinkah olahraga ini akan ada even-even rutin setiap minggunya atau setiap bulannya dengan tempat dan seponsor yang tetap, misal ada TV yang mau menyiarkan? Jangan  kalah sama olahraga lain yang sipatnya sejenis.

Mungkin Gulat Indonesia akan berbicara di tingkat asia bahkan tingkat dunia!!!!

Gulat Wanita

NAMA-NAMA ATLET GULAT WANITA
YANG IKUT PADA KEJUARAAN GULAT KELOMPOK UMUR 14, 15 TAHUN
GUBERNUR CUP I 2008
NO NAMA KELAS DAERAH
1 SONIA ANNISA S 30 KG KOTA BANDUNG
2 YUSTIKA ASTRILIANINGSIH 30 KG KAB. BANDUNG
3 NURYANI 30 KG KAB. PURWAKARTA
4 SULASTRI 30 KG KAB. BANDUNG BARAT
5 DWI NUR ANGGRAENI 32 KG KAB. BANDUNG
6 IRMA RISMAYANTI 32 KG KOTA BANDUNG
7 SHINTA MELIANA 32 KG KAB. BANDUNG BARAT
8 YENI YULIANI 32 KG KAB. PURWAKARTA
9 NOVIANTI DEANA 34 KG KAB. PURWAKARTA
10 LIA AMELIA 34 KG KAB. MAJALENGKA
11 KHARISMA TN 34 KG KAB. BANDUNG BARAT
12 DESI NOVI ASTUTI 34 KG KAB. BANDUNG
13 JAHRA DINAR 37 KG KAB. PURWAKARTA
14 LIA AMELIA 37 KG KAB. BANDUNG BARAT
15 MARISA DINI PERMANI 37 KG KAB BANDUNG
16 YANTI NOVIANTI 37 KG KAB. SUKABUMI
17 KARTIWI 40 KG KAB. BANDUNG BARAT
18 GITA MELINDA 40 KG KAB. SUKABUMI
19 ANIS SYAHTUL 40 KG KOTA CIREBON
20 SANTI DESTIANTI 40 KG KAB . CIANJUR
21 FITRI KURNIAWATI 40 KG KAB. BANDUNG
22 ELA NURLAELA 40 KG KAB. MAJALENGKA
23 PATHANAH 40 KG KAB. CIREBON
24 NINIK HANDAYANI 44 KG KAB. MAJALENGKA
25 NITA ANDRIANI 44 KG KAB. SUKABUMI
26 AYU AMALIA 44 KG KAB. PURWAKARTA
27 TITA JELITA 44 KG KAB. BANDUNG
28 NURUL DWI FUJI 44 KG KAB. BANDUNG BARAT
29 RENI KUSTIANTI 44 KG KAB. GARUT
30 IIS NURHAYATI 48 KG KOTA CIREBON
31 FITRI W 48 KG KAB. MAJALENGKA
32 SARTIKA 48 KG KAB. SUKABUMI
33 NENI NURAENI 48 KG KAB. BANDUNG
34 FITRI YANI 48 KG KAB. BANDUNG BARAT
35 FRIDA NOVITA 48 KG KAB. CIREBON

HASIL KEJUARAAN GUBERNUR CUP I TAHUN 2008

KEJUARAAN GULAT GUBERNUR CUP I
BANDUNG, 27 – 28 DESEMBER 2008
HASIL PERTANDINGAN GULAT GAYA BEBAS PUTRA
KELOMPOK UMUR 13, 14, DAN 15 TAHUN
KELAS JUARA ATLET DAERAH
KELAS 32 KG : Juara I DWI FAJRIAN YUSUF KAB. BANDUNG
Juara II DEDEN KAB. CIANJUR
Juara III KHOLID SADILAH UMAR KAB. BEKASI
Juara III RYAN RAMADHAN KAB. BANDUNG BARAT
KELAS 35 KG : Juara I Dede Rahmat Kab. Bandung Barat
Juara II Rudi Gunawan Kab. Karawang
Juara III Hamdan Rahmat Kab Bandung
Juara III Lucky Permana Bayu Kab Majalengka
KELAS 38 KG : Juara I WILIAN KAB. BANDUNG
Juara II RANGGA WIBAWA KOTA CIREBON
Juara III YUDHA PRATAMA KAB. MAJALENGKA
Juara III M. RIDHO S KOTA CIANJUR
KELAS 42 KG : Juara I Ryandy Sutisna Kab. Bandung Barat
Juara II Veli Hardian Saputra Kab Majalengka
Juara III Ahmad Faiz Kota Cirebon
Juara III Dira Dinata Kabupaten Cirebon
KELAS 47 KG Juara I ANDI HIDAYAT KAB. INDRAMAYU
Juara II HERU KUSWANTO KOTA CIREBON
Juara III RENDI TEGUH ANGGARA KABUPATEN KARAWANG
Juara III AHMAR MUSTAPA KOTA CIREBON
KELAS 53 KG : Juara I Hari Fadly Kab. Bandung Barat
Juara II Muhamad Afif Kab. Cirebon
Juara III Ari Dwi Riatna Kab. Karawang
Juara III Krisna Purnama Kota Cirebon
KELAS 59 KG : Juara I AHMAD ROMDONI KAB. BANDUNG BARAT
Juara II MULAKAMMA KOTA CIREBON
Juara III ATUR FAUZAN KAB. BANDUNG
Juara III WAWAN GUNAWAN KAB. MAJALENGKA

GULAT: PB PGSI Berusaha Kembalikan Kejayaan

CINTA OLAHRAGA INDONESIA – JAKARTA – PB PGSI optimistis akan memperlebar sayapnya setelah dikukuhkan oleh Ketua Umum KONI/KOI Rita Subowo di Wisma Menpora, Senayan, kemarin.- CINTA OLAHRAGA INDONESIA -

- CINTA OLAHRAGA INDONESIA – Prioritas Kepengurusan PB PGSI periode 2008-2012 terdekat adalah mengembalikan kejayaan cabang olahraga (cabor) gulat Indonesia. Mereka pun ingin menambah jumlah Pengurus Daerah (Pengda) setelah pengukuhan tersebut.

Sekjen PGSI Dody Iswandi mengatakan, pihaknya berencana menambah jumlah anggota otoritasnya menjadi 33 Pengda. Namun, realisasi itu akan dibicarakan lebih lanjut setelah Rapat Pimpinan (Rapim) PGSI enam bulan ke depan.

Pihaknya saat ini lebih memprioritaskan masalah pembinaan pegulat di daerah sebelum menjalani SEA Games (SEAG) 2009. Laos. “Indonesia sebelumnya merajai kawasan Asia Tenggara, tapi saat ini sudah tidak berkutik menghadapi Vietnam. Padahal, Vietnam itu sempat berguru ke sini,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya akan membangun lagi daerah-daerah yang berpotensi di cabor gulat. “Daerah seperti Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Riau sebelumnya merupakan lumbung pegulat Indonesia. Tapi, mereka seakan tertidur saat ini. Kondisi itu yang membuat prestasi gulat Indonesia tidak berkembang,” ujar Dody.

Dia berharap pembinaan yang akan berjalan usai Rapim mampu memenuhi target pihaknya menguasai cabor gulat di SEAG 2011, Jakarta. Prioritas mereka saat ini adalah mempertahankan satu emas yang telah diraih di SEAG 2007, Thailand. (sihc/sozc)
- CINTA OLAHRAGA INDONESIA – ***

Ditulis dalam gulat. 2 Komentar »

Perempuan Gulat? Seru Banget!

Perempuan Gulat? Seru Banget!

Gulat! Skul mana coba yang punya ekskul yang seperti ini? Ha ha ha, rasanya skul yang mentereng dan so-called keren-keren di Bandung pun jarang banget yang punya ekskul cabang olah raga yang satu ini. Dan yang ngebuat ekskul ini lebih heboh lagi, pesertanya kebanyakan weice-weice! Wuidih! Enggak serem apa, harus saling menekan, menindih, dan membanting satu sama lain?

“Ah enggak kok! Gulat itu seru banget, lagi!” seru Leny dan Nurhayati, keduanya adalah satu dari sekian banyak siswi SMAN 1 Batujajar yang memilih aktif dalam ekskul gulat. Leny, ngaku kalo dia tertarik dengan gulat karena jarang banget ngedapetin perempuan menekuni olah raga yang satu ini, hal yang sama juga diutarakan Nur.

Setiap kali latihan, weice-weice ini enggak hanya sparring dengan sesama jenis, namun terkadang juga menghadapi cowok yang ikutan ekskul ini. Wah! Bahaya banget! Enggak takut kepegang-pegang auratnya? “Hahaha, sempet khawatir juga sih awalnya, takut kenapa-kenapa gitu. Tapi enggak kok. Kita emang bener-bener bergulat, meskipun sama cowok. Pokoknya seru banget lah!” ujar Nur.

Menurut Pak Eriawan, Wakasek kesiswaan SMAN 1 Batujajar, ekskul ini emang jadi kebanggaan dan kekhasan skulnya. “Gulat perempuan! Keren, enggak? SMAN 1 Batujajar bahkan bakal ngirimin salah satu pelajarnya berkompetisi dalam ajang PON yang akan datang,” papar Pak Eriawan.

Kok bisa sih skul ini punya ekskul gulat? Rupanya, salah satu guru olah raga mereka, Pak Riana Abbas, adalah mantan atlet gulat nasional. “Atas inisiatif beliau, ekskul gulat dikembangkan di sekolah ini,” ungkap Pak Eriawan. Harapannya, dengan ekskul ini potensi olah raga siswa cabang gulat bisa tergali untuk menciptakan kader atlet gulat yang baru.

Hei, kamu pengen ngecengin cewek-cewek SMAN 1 Batujajar? Hati-hati ya, jangan macem-macem sama mereka. Salah-salah kamu dibanting!***

syauqy (telor_ceplok@yahoo.com)

 

Kejuaraan Gulat Piala Gubernur Jawa Barat Tahun 2008

I. Melalui piala gubernur, kita tingkatkan pembibitan dan pembinaan untuk peningkatan prestasi olahraga gulat di jawa barat.

Waktu dan Tempat

Tanggal 27-28 desember 2008 di gedung olahraga tri lomba juang stadion padjajaran bandung.

Pendaftaran

Ditujukan kepada panitia pertandingan kejuaran gulat piala gubernur d/a PENGPROV PGSI JABAR di komplek olahraga pajajaran bandung.

- Peserta

Pengurus cabang olahraga kabupaten/kota se-jawa barat dapat mengikutsertakan seorang pegulat sesuai dengan kelompok umurdan kelas yang dipertandingkan. yaitu umur 14-15 tahun (kelahiran 1994-1993), bagi pegulat yang berumur 13 tahun (lahir tahun 1995 bisa diikutsertakan atas izin dokter).

Gaya Bebas Jenis laki-laki

Kelas:

  1. 29-32 kg
  2. 35 kg
  3. 38 kg
  4. 42 kg
  5. 47 kg
  6. 53 kg
  7. 59 kg

Gaya Bebas jenis Perempuan.

Kelas:

  1. 28-30 kg
  2. 32 kg
  3. 34 kg
  4. 37 kg
  5. 40 kg
  6. 44 kg
  7. 48 kg

PB PGSI Jabar

128 Pegulat se -Jabar Ikuti “Piala Gubernur”

BANDUNG, (PRLM).- Sebanyak 128 pegulat se-Jabar ambil bagian pada kejuaraan daerah “Piala Gubernur” yang berlangsung di GOR Tri Lomba Juang, Pajajaran, Bandung, Minggu (28/12).

Para pegulat tersebut terdiri dari 86 atlet putra dan 42 putri dari 17 pengcab se-Jabar. Mereka akan tampil dalam 14 kelas yang terdiri dari tujuh kelas putra dan tujuh putri. Adapun tujuan dari kejurda tersebut sebagai ajang uji coba sekaligus mengukur hasil pembinaan daerah menuju Porda Jabar dan menyaring pegulat kelompok umur untuk masuk dalam tim gulat Jabar dalam kejuaran-kejuaraan nasional.

Kejuaraan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Jabar, Ir. Lex Laksamana. Sekda Jabar menilai, minimnya kejuaraan khususnya di tingkat daerah sedikit menghambat perkembangan gulat Jabar. Ia berharap ,kejuaraan ini bisa kembali mengangkat prestasi gulat Jabar, setelah sukses menyabet dua emas di PON lalu. “Kami juga berharap gulat semakin memasyarakat, sehingga para pengurus PGSI Jabar harus terus bekerja keras melakukan pembinaan khususnya di daerah-daerah,” ungkap Lex.

Sementara itu, Ketua Umum PGSI Jabar, Dadang Hermawan, mengakui kekuatan gulat nasional yang sebelumnya menjadi milik Jabar telah bergeser ke daerah lain. Hal itu karena kurang berkembangnya pembinaan, pembibitan atlet gulat secara merata di seluruh pengcab. Sampai dengan 2007, hanya 5 pengcab yang aktif, 11 tidak aktif, dan 10 daerah belum memiliki pengcab.

“Kami berjarap kegiatan ini bisa membangkitkan semangat pengcab unuk melaksanakan pembinaan khususnya bagi para atlet muda,” ujar Dadang. (A-126/A-120)***

Tanpa Dukungan Semua Pihak Pembibitan ATLET Usia Dini, Bisa Gak?

Wacana para petinggi kita selalu menggembor-gemborkan untuk pembibitan atlet usia dini agar prestasi olahraga kita di dunia internasional bisa lebih baik. untuk menggantikan atlet senior yang kini masih jadi andalan. Namun itu hanya sebatas wacana, bagaimana bisa berjalan kalau setiap multieven tidak ada pembatasan usia. ujungnya, KONI daerah/pemda bukan membina atlet remaja apalagi usia dini, mereka mencari jalan pintas dengan membeli atlet yang sudah jadi yang lebih murah ketimbang membina, apalagi harus menanam bibit atlet, kebanyakan mereka tak mau peduli, dengan alasan repot, mahal, dan hasilnya belum pasti.
Kalau saja pembatasan usia diberlakukan pasti pembinaan usia dini akan berjalan dengan lancar karena semua pihak merasa berkepentingan. Jual beli atlet juga akan berhenti dengan sendirinya. daerah yang tidak membina atlet tidak bisa mengikuti PON/PORPROV karena tidak mempunyai stok atlet remaja atau usia dini.
Tapi, kalau pembinaan atlet usia dini ini tanpa dukungan semua pihak dari pemerintah hingga KONI Provinsi sampai ketingkat paling bawah, seperti PEngurus cabang setiap Cabang olahraga, Club, Orang tua atlet, diknas, Sekolah, dan semua yang terkait dan peduli pada pembinaan usia dini, Namun. Siapa yang harus Memulainya??
Cabang olahraga perlu regenerasi atlet yang berkesinambungan, tanpa ada pembibitan usia dini antara usia (8-15 tahun) untuk atlet pemuala dan junior U-16-18 pasti akan berakibat kelangkaan atlet untuk pengganti atlet yang sudah senior. Pembinaan dan perekrutanpun harus didasari dengan bakat dan hobi si anak itu sejak SD hingga bakatnya dapat tersalurkan dan prestasi yang dicapai sudah dapat terpantau dan dapat dikembangkan lagi bakatnya.
Tidaklah semudah membalikan telapak tangan, untuk mengorbitkan calon atlet atlet usia dini untuk mencapai prestasi yang diharapkan, semua perlu waktu yang lama (6 tahun untuk dasar dan 4 tahun untuk pematangan) dari usia 10-20 tahun. Ini memerlukan ketekunan dari pembina termasuk orang tua anak yang bersangkutan.
Tidak hanya itu, perekrutan Pembina/pelatih juga diperlukan untuk menghasilkan calon atlet yang lebih berkompeten, buat apa ada Jurusan Kepelatihan di Pergurauan Tinggi kalau yang akhirnya menggunakan pelatih yang tidak tahu ilmu dan cara melatih yang sesuai. Sekarang bukan jamannya lagi jual beli atlet tapi yang harus di perhatikan adalah pelatihnya, tanpa pelatih tidak ada atlet dan pembinan didaerahpun tidak akan berjalan tanpa adanya pelatih (COACH).
Calon atlet usia dini bisa dibina di Club, oleh orangtuanya atau pun cara lain yang bisa membantu mengembangkan bakat si anak tersebut. Arena lomba atau try out adalah cara untuk menambah mental dan pengalaman bertanding, pembibitan usia dini juga perlu jadwal kompetensi yang rutin dan teragenda dengan baik.
Jangan sampai hanya sebuah wacana dan dan kalaupun sudah berjalan bukan hanya sebagai proyek yang hanya meraup keuntungan idividu, sedangkan yang inti di abaikan…
sukses selalu, SALAM OLAHRAGA…

Gulat, Cabang OR Unggulan Kelas Olahraga SMPN 1 Karawang Barat

Dalam mengimplementasikan peningkatan kualitas dan sumber daya manusia melalui pengembangan atlet pelajar sebagaimana telah diamanatkan dalam undang-undang no 3 tahun 2005 tentang sistem Keolahragaan Nasional, BAB VI Pasal 17 dinyatakan bahwa “RUANG LINGKUP OLAHRAGA MELIPUTIKEGIATAN; a) OLAHRAGA PENDIDIKAN, b) OLAHRAGA REKREASI, c) OLAHRAGA PRESTASI”, serta BAB VII Pasal 25 ayat 6 dinyatakan bahwa “UNTUK MENUMBUH KEMBANGKAN PRESTASI OLAHRAG DI LEMBAGA PENDIDIKAN, PADA SETIAP JALUR PENDIDIKAN DAPAT DIBENTUK UNIT KEGIATAN OLAHRAGA, KELAS OLAHRAG, PUSAT PEMBINAAN DAN PELATIHAN, SEKOLAH OLAHRAGA, SERTA DISELENGGARAKANNYA KOMPETISI OLAHRAGA YANG BERJENJANG DAN BERKELANJUTAN”.

Atas dasar ketentuan diatas, maka pemerintah propinsi jawabarat melalui dinas pendidikan telah merancang kegiatan Fasilitas Pengembangan Pendidikan diperbatasan BODETABEK tahun anggaran 2008 yang bertujuan membentuk kelas olahraga sekaligus menjadi pusat pembinaan dan pelatihan yang dilaksanakan secara berjenjang dan berkesinambungan, yang fokus pada pengembangan siswa Kelas Olahraga Atletik dan Olahraga Unggulan bagi siswa diperbatasan BODETABEK dan Jabar selatan dalam 7 program antara lain: 1) sosialisasi Program kelas Olahraga 2) Peningkatan Pelayanan pendidikan dasar di daerah perbatasan 3) perintisan kelas olahraga 4) bimbingan teknis pengelola kelas olahraga 5) bimbingan teknis pemanduan bakat guru penjas SD 6)kunjungan pengembangan keilmuan 7) Evaluasi kelas olahraga.

Untuk melaksanakan ke-7 program tersebut  mualai TA 2008/2009, maka dinas pendidikan propinsi jawa barat menunjuk salah satu sekolah di setiap kabupaten/kota untuk menjadi pelaksana atau penelola kelas olahraga salahsatunya kabupaten karawang menunjuk SMPN 1 Karawang Barat Sebagai pengelola Kelas olahraga.

Kelas olahraga Di SMPN 1 Karawang Barat Sudah berjalan sejak pertengan bulan juli 2008 dengan jumlah siswa 40 orang yang dibagi kedalam; 30 orang cabang olahraga atletik, 10 orang olagraga unggulan yaitu gulat.

Adapun siswa yang masuk kedalam cabang olahraga unggulan/gulat yaitu:

1) Rendi teguh Anggara, 2) Mustika Arya Permana, 3) Udin zaid Almuhaili, 4) Ilham Ramadhan, 5) Azat Sudrajat, 6) Rudi Gunawan, 7) Darya Rukmana, 8) Nico Febriano, 9) Ali Sahab, 10) Ari Dwi Riatna.

Pada tanggal 8-9 November 2008 dinas Provinsi telah mengadakan evaluasi kelas olahraga yang diikuti oleh 9 kabupaten/kota, sebagai tolak ukur perkembangan selama pembinaan di tiap kab/kota, adapun yang dipertandingkan adalah atletik dengan 6 nomor yang dilombakan dan kabupaten karawang berhasil sebagai juara umum dengan memperoleh 5 medali emas. Karena setiap kabupaten/kota berbeda  dalam memilih Cabang olahraga unggulan mereka menginduk pada agenda pengda atau pengcab.

Somoga mereka menjadi calon atlet masa depan yang membela daerah dan negara Indonesia.!!

Pelatihan Gulat dibuka di Batam

Telah hadir di Batam, tempat latihan gulat sebagai awal dari keinginan kota tersebut melahirkan bibit-bibit potensial seorang pegulat dalam berbagai even kejuaraan. hal ini juga sekaligus menandai berdirinya kepengurusan organisasi olahraga gulat PGSI (Persatuan Gulat Seluruh Indonesia) untuk daerah Kepulauan Riau. Tempat latihannya berada di Sekolah Harapan Utama, Batam Centre, merupakan sekolah dengan fasilitas olahraga yang cukup lengkap dengan gedung sport hall yang dimilikinya. Namun bukan berarti hanya siswa2 dari sekolah tersebut saja yang boleh berlatih disitu, temen2 dari sekolah lain atau masyarakat umum sudah pasti boleh bergabung. Hal ini karena memang cabang gulat di batam ingin menoreh prestasi yang sama dengan daerah-daerah lain yang sudah lebih dulu terkenal prestasinya di cabang olahraga banting-membanting tersebut.
Berikut foto-foto tempat latihan yang berada di gedung sekolah Harapan Utama tersebut.. pada saat foto diambil, bukan pada waktu latihannya. Jadi mohon maaf kalau tidak ada foto-foto yang dimaksud. Insya Allah dIlain kesempatan akan dimuat foto2 aktivitas latihan gulatnya.

Nah bagi teman-teman yang berada di lokasi batam dan kepulauan disekitarnya, silahkan bergabung untuk memperoleh pengalaman baru melalui olahraga ini. Tidak hanya pengalaman namun juga prestasi di cabang
olahraga gulat jika ingin serius mendalami disetiap latihan2nya, serta tubuh yang sehat dijamin pasti didapat.  Mari kawan…luruskan niat dan raih prestasi melalui gulat!

Final Gulat Olimpiade, Kurt Angle vs Abbas Jadidi

Tentunya anda mengenal Kurt Angle, Pegulat WWF yang cukup sering nongol di acara Smackdown. Awalnya dia adalah pegulat amatir yang membela negaranya, USA pada olimpiade 1996 di Atlanta. Kurt Angle turun pada kelas 100 kg freestyle wrestling. Dia akhirnya memperoleh medali emas melalui pertandingan final yang cukup menguras tenaga melawan pegulat dari Iran, Abbas Jadidi. Berikut ditampilkan link video pertandingan tsb.


Film, Kenging Ti Wendo

Ditulis dalam Download. Tag: , , , . 6 Komentar »