I. Melalui piala gubernur, kita tingkatkan pembibitan dan pembinaan untuk peningkatan prestasi olahraga gulat di jawa barat.
Waktu dan Tempat
Tanggal 27-28 desember 2008 di gedung olahraga tri lomba juang stadion padjajaran bandung.
Pendaftaran
Ditujukan kepada panitia pertandingan kejuaran gulat piala gubernur d/a PENGPROV PGSI JABAR di komplek olahraga pajajaran bandung.
- Peserta
Pengurus cabang olahraga kabupaten/kota se-jawa barat dapat mengikutsertakan seorang pegulat sesuai dengan kelompok umurdan kelas yang dipertandingkan. yaitu umur 14-15 tahun (kelahiran 1994-1993), bagi pegulat yang berumur 13 tahun (lahir tahun 1995 bisa diikutsertakan atas izin dokter).
Gaya Bebas Jenis laki-laki
Kelas:
- 29-32 kg
- 35 kg
- 38 kg
- 42 kg
- 47 kg
- 53 kg
- 59 kg
Gaya Bebas jenis Perempuan.
Kelas:
- 28-30 kg
- 32 kg
- 34 kg
- 37 kg
- 40 kg
- 44 kg
- 48 kg
PB PGSI Jabar
128 Pegulat se -Jabar Ikuti “Piala Gubernur”
BANDUNG, (PRLM).- Sebanyak 128 pegulat se-Jabar ambil bagian pada kejuaraan daerah “Piala Gubernur” yang berlangsung di GOR Tri Lomba Juang, Pajajaran, Bandung, Minggu (28/12).
Para pegulat tersebut terdiri dari 86 atlet putra dan 42 putri dari 17 pengcab se-Jabar. Mereka akan tampil dalam 14 kelas yang terdiri dari tujuh kelas putra dan tujuh putri. Adapun tujuan dari kejurda tersebut sebagai ajang uji coba sekaligus mengukur hasil pembinaan daerah menuju Porda Jabar dan menyaring pegulat kelompok umur untuk masuk dalam tim gulat Jabar dalam kejuaran-kejuaraan nasional.
Kejuaraan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Jabar, Ir. Lex Laksamana. Sekda Jabar menilai, minimnya kejuaraan khususnya di tingkat daerah sedikit menghambat perkembangan gulat Jabar. Ia berharap ,kejuaraan ini bisa kembali mengangkat prestasi gulat Jabar, setelah sukses menyabet dua emas di PON lalu. “Kami juga berharap gulat semakin memasyarakat, sehingga para pengurus PGSI Jabar harus terus bekerja keras melakukan pembinaan khususnya di daerah-daerah,” ungkap Lex.
Sementara itu, Ketua Umum PGSI Jabar, Dadang Hermawan, mengakui kekuatan gulat nasional yang sebelumnya menjadi milik Jabar telah bergeser ke daerah lain. Hal itu karena kurang berkembangnya pembinaan, pembibitan atlet gulat secara merata di seluruh pengcab. Sampai dengan 2007, hanya 5 pengcab yang aktif, 11 tidak aktif, dan 10 daerah belum memiliki pengcab.
“Kami berjarap kegiatan ini bisa membangkitkan semangat pengcab unuk melaksanakan pembinaan khususnya bagi para atlet muda,” ujar Dadang. (A-126/A-120)***
























